Minggu, 05 Mei 2019

CP9 (Part 2) e-commerce Universitas Dhyana Pura

Perbedaan Bisnis MLM dengan Bisnis Konvensional serta nama Bisnis MLM yang berkembang di Indonesia sejak 15 tahun yang lalu hingga saat ini 


1.   Bisnis Konvensional

Ada beberapa hal yang membedakan antara Bisnis Konvensional dengan Bisnis MLM yaitu :
    a). Modal 
         Untuk membangun bisnis Konvensional, kita akan memerlukan modal yang cukup besar. modal awal membeli peoduk misalnya, sewa tempat, mengurus perizinan,promosi,dan lain lain. Sedangkan  Bisnis Multi Level Marketing, biasanya untuk join pertama kali tidak kurang dan lebih dari Rp.100.000,- itu pun sudah termasuk alat alat yang akan membatu bisnis tersebut, misalnya kartu keanggotaan,brosur brosur,buku panduan serta aksesori yang bisa membatu memulai bisnis tersebut.

   b).  Tempat  
         Dalam memulai Bisnis Konvensional, kita memerlukan tempat untuk kita memasarkan Produk yang kita mliki, ataupun kita harus menyewanya, kalaupun kita tidak memilikya. sebuah counter penjualan aksesori di mol, misalnya, dengan luas 2X3 meter. mungkin membutuhkan biaya sewa sekitar 30 atau 50 jta per tahun. sungguh besar kan?.  Tapi Untuk Memulai Bisnis MLM, kita tidak memerlukan Tempat Khusus, karena kita bisa memasarka produk dimana saja dan kapan saja.

   c).   Biaya Operasional
        Demikian juga dengan Biaya operasionalnya, bisnis konvensional akan membutuhkan biaya yang cukup besar. bahkan terkadang kita kena memeiliki kendaraan untuk mengantar produk ketempat konsumen. dalam kurun waktu satu tahun berapa banyak yang harus kita keluarkan untuk semua itu. Sedangkan Bisnis MLM, setelah bergabung anda juga membutuhkan biaya operasional, tapi jumlahnya tidak begitu besar, seperti, pulsa,transportasi,buku buku,contoh produk,alat bantu yang disediakan perusahaan atau support system dll.

   d).   Resiko Bisnis
         Tentu sudah jelas, bila pengeluaran memulai bisnis itu cukup besar, berarti memiliki resiko yang cukup besar juga, dan sebaliknya, karena setiap bisnis atau usaha, tidak akan lepas dari sistem untung dan rugi. 

   e).   Waktu
          Bisnis Konvensional memiliki waktu yang relatif singkat, bisanya dari pukul 08.00 AM s/d 05.00 PM misalnya, dan dalam menjalankan Bisnis MLM, kitalah yang menentukan waktunya, kapan pun dan dimanapun, untuk jumpa dengan klien,calon pembeli,dowline, upline, leader, dan lain-lain.

   f).   Pelatihan
        Dalam Bisnis Konvensional, jarang sekali adanya pelatihan, bahkan bisa disebut tidak ada. Tapi dalam Bisnis MLM, Pelatihan bisnis akan diadakan setiap masa, sesuai dengan jadwal yang teratur, yang diselenggarakan, oleh perusahaan ataupun pihak upline sendiri. 

   g).   System
       Bisnis Konvensional, dijalankan tanpa system, sedangkan Bisnis MLM sudah pasti menggunakanya.  
 
 
2.   Bisnis Multi Level Marketing (MLM)
 
  Sedangkan untuk Bisnis MLM, ada beberapa hal yang membedakannya dengan Bisnis Konvensional yakni sebagai berikut :
  • Modal               : Berkali-kali.
  • Sistem kerja     : Sales.
  • Target               : Ada target dan tutup point.
  • Pembayaran     : 30 - 45 hari kerja.
  • Peringkat          : Memperkaya Upline.
  • Rewards           : Ada.
  • Jaringan           : Mencari banyak orang (sistem matahari).
 
 
 
3.   Nama Bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang berkembang di Indonesia sejak 15 tahun yang lalu hingga saat ini
  
1.   Oriflame
    Oriflame berdiri sejak tahun 1967 oleh dua bersaudara cowok, Jonas & Robert f. Jochnick. Mereka ingin menciptakan perusahaan kosmetik yang menawarkan jenis yang berbeda dari yang telah ada pada waktu itu : salah satunya berbahan dasar alami. Mereka juga ingin memulai metode distribusi produk baru yang inovatif, yaitu menjual produk yang dihasilkannya langsung kepada pelanggan. Oriflame merupakan pelopor “tidak diuji cobakan pada hewan”, jauh sebelum industri lain melakukan hal ini. Hanya dalam 2 tahun perusahaan berkembang ke finlandia, denmark dan norwegia & pada pertengahan tahun 80an oriflame telah digunakan oleh wanita di negara-negara yang sangat jauh seperti di indonesia. Untuk memenuhi permintaan, pabrik oriflame yang pertama didirikan di dublin, irlandia pada tahun 1979. Ini membuat perusahaan makin dapat fokus pada pengembangan formulasi perawatan kulit, kosmetika yang terbukti efektif & aman, serta berbahan dasar alami.

        Pembukaan cabang di eropa timur pada tahun 1990 memberikan peluang besar bagi oriflame untuk menguasai pasar dengan kualitas produk, harga yang terjangkau serta sistem penjualan yang unik. Pabrik kedua di warsawa pun didirikan pada tahun 1995 untuk memenuhi permintaan yang meningkat secara drastis. Tahun 90an telah menunjukan perkembangan spektakuler di sejarah perusahaan – total perusahaan naik hingga 500 % menjadikan oriflame sebagai perusahaan dengan penjualan langsung yang paling cepat berkembang di dunia.
 
        Nah oriflame sendiri masuk ke indonesia tahun 1987 dan terbukti bisa bertahan di gelombang tsunami krisis inflasi pada sekitar tahun 1998. Malahan sekarang perusahaannya bertambah besar dengan jumlah konsultan yang terus bertambah. Oriflame di indonesia ( diwakili oleh PT. ORINDO ALAM AYU) pun masuk dalan APLI (asosiasi penjualan langsung indonesia) sejak tanggal 11 juni 1993. Bukan perusahaan yang main-main yang bisa bergabung dalam APLI. Harus jelas produknya, bisa dipertanggungjawabkan & positif bukan money game. 


2.   Tiens
     Tianshi didirikan pada tahun 1992 oleh Li Jin Yuan di Tianjin, China. Tiens Group Co, Ltd. (Grup TIENS) memasuki pasar internasional pada tahun 1998 dan berhasil didaftarkan di bursa saham NASDAQ pada bulan September 2003 dan secaSra resmi tercatat di bursa saham Amerika, AMEX pada bulan April 2005. Sejak saat itu, saham Tianshi diperdagangkan dengan symbol TBV (Tiens Biotech Group Inc.). TIANSHI adalah perusahan multinasional yang bergerak di bidang retail, pariwisata, keuangan, perdagangan internasional, dan e-bisnis. Tianshi menawarkan gaya hidup berkualitas tinggi disertai kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan melalui produk-produk makanan kesehatan, perawatan kesehatan, perawatan kecantikan, dan perawatan rumah tangga. Dalam kurun waktu 13 tahun Tianshi telah mengembangkan sayap bisnisnya di lebih dari 190 negara. Untuk mendukung perkembangan bisnisnya dan melayani 16 juta konsumen di seluruh dunia, Tianshi telah pula membuka cabang atau perwakilan di 110 negara dan kawasan.Tianshi juga telah menjalin aliansi strategis dengan perusahaan-perusaahan kelas dunia di lebih dari 20 negara. Tianshi memiliki tim internasional dalam bidang penelitian, inovasi dan profesionalisme yang didukung oleh 5.000 eksekutif dan lebih dari 35% karyawan yang bergelar di atas master.

      Mr. Li jin Yuan telah mencanangkan Tianshi memasuki kelompok 500 Perusahan Terbaik di dunia yang dikenal dengan sebutan Fortune 500. Untuk mewujudkan langkah besar tersebut, Li jin Yuan menerapkan teori interaksi enam jaringan (six network interaction theory), new swap and alternative theory, dan new supermarket theory. Selain itu, Tianshi ikut aktif memberikan bantuan kepada masalah-masalah kemanusiaan di berbagai Negara. Total nilai donasi Tianshi telah mencapai 1,384 miliar RMB, sekitar 200 juta dolar Amerika (sekitar Rp 1,86 triliun) yang disalurkan kepada korban bencana dan berbagai kegiatan amal untuk kesejahteraan masyarakat di di seluruh dunia.
Visi : Berada di deretan terdepan dalam industri penjualan langsung dunia.
Misi : Menyediakan bagi para konsumen dunia produk berkualitas dan kesempatan pendidikan dan kesejahteraan, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun sebuah masyarakat internasional yang harmonis.
Filosofi Bisnis : Memberi kontribusi kepada masyarakat dengan memulihkan
kesehatan umat manusia.

       Perusahaan berteknologi tinggi, Tianshi Group berdiri pada tahun 1992. Tianshi Group berkantor pusat di Henderson Centre Beijing dan memiliki pabrik di pusat Industri Teknologi Modern Tianjin dengan bangunan seluas 120.000 m2 di atas tanah seluas 68.000 m2.Pada tahun 1995, Tianshi mengadopsi system network marketing yang membuat peningkatkan omset penjualan dari 630 juta Yuan (88,20 juta dolar AS) pada 1997 menjadi 2,12 miliar Yuan (297 juta dolar Amerika) dalam waktu setahun, naik lebih dari dua kali lipat.Tahun 1998, Tianshi mulai berekspansi ke pasar internasional. Tianshi membuka kantor pemasaran ke beberapa Negara utama di dunia seperti Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Asia Pasifik, dan kawasan Eropa.Pada tahun 2001, Tianshi membuka kantor pemasaran di Indonesia. Saat ini, jaringan pemasaran Tianshi sudah meliputi di lebih dari 190 negara.Tahun 2007, Tianshi mengembangkan Supermarket MLM pertama di dunia dengan image Banner Store. Di Indonesia, Banner Store sudah dibuka di enam kota: Jakarta, Surabaya, Denpasar (Bali), Bandung, Medan, dan Pekanbaru. Rencananya, di setiap kota dimana ada kantor Tianshi akan dibuka Banner Store. Saat ini sudah ada sekitar 13 kantor Tianshi di 13 kota besar di Indonesia. Tianshi merencanakan membuka lebih dari 1000 Banner Store di seluruh dunia.
Presiden Tianshi Li Jin Yuan telah menetapkan strategi untuk membawa Tianshi Group masuk dalam jajaran 500 perusahaan terbesar di dunia, Fortune 500.Tianshi bekerjasama dengan Microsoft dalam mengembangkan produk Kartu Multifungsi (e-wallet) yang akan mendukung perkembangan bisnis para anggotanya.Tianshi berkerjasama dengan perusahaan lokal untuk mengembangkan dan memasarkan produk-produk lokal yang berkualitas dunia ke pasar internasional.Bersama WHO melakukan pengembangan penelitian produk yang dapat membantu dan mencegah penyebaran penyakit AIDS.
 
 
3.   K-Link
     K-Link Indonesia adalah salah satu anak perusahaaan dari K-Link International, sebuah perusahaan yang telah berkembang dan beroperasi di 46 negara. Kami bangga menjadi perusahaan penjualan langsung yang giat, idealis, dan strategis, dengan tujuan menciptakan situasi ‘win-win’ untuk distributor, pelanggan, staf, mitra dagang dan rekan bisnis kami.Kami beroperasi di dalam industri yang sangat kompetitif dan menantang, yang terus-menerus berkembang. Oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk tidak berhenti pada pencapaian kami. Kami terus mengembangkan metode baru dan sarana untuk kemajuan yang berkelanjutan, memberikan para distributor dan pelanggan di seluruh dunia kepercayaan dan keyakinan bahwa K-LINK benar-benar ‘Your Global Link’.

    Produk dan bisnis yang kami jalani merupakan yang terbaik di industri ini. ‘Unity is Power’ merupakan landasan yang kami jadikan haluan untuk menjalankan bisnis yang sangat menguntungkan ini. Kami selalu percaya bahwa keberhasilan dapat diraih dengan kerja sama tim yang sangat kuat. Budaya seperti inilah yang selalu kami upayakan untuk tumbuh dalam perusahan kami. Produk kami terdiri atas produk suplemen kesehatan, perawatan tubuh, kecantikan, UIE, serta beberapa produk perawatan kendaraan bermotor dan rumah tangga. Beberapa dari produk kami yang sudah banyak dikenal masyarakat antara lain, K-Liquid Chlorophyll, K-OmegaSqua Plus dan Ayurveda Series.

    K-LINK memiliki sistem yang terbukti mampu menaikan kemampuan para Distributor, agar dapat berhasil di bisnis yang menguntungkan ini. Dengan lebih dari 2,4 juta anggota membuktikan bahwa K-Link Indonesia merupakan salah satu perusahaan Multi Level Marketing terbesar di Indonesia. Kami terus tumbuh dan berkembang dan terus berusaha untuk menjadi perusahaan Multi Level Marketing yang dominan di Indonesia. 
 
 
4.   CNI
     PT Citra Nusa Insan Cemerlang (PT CNI) berhasil berkarya hingga mencapai usia 30 tahun di bumi Indonesia. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menandakan kematangan dan kemantapan suatu perusahaan yang solid. Sungguh suatu Langkah Pasti !CNI lahir di Bandung pada tanggal 1 Oktober 1986 dengan produk pertamanya Sun Chlorella A dari jepang. Sejalan dengan waktu, CNI terus memasarkan produk•roduknya yang berkualitas tinggi. Hingga kini, CNI juga telah memiliki puluhan kantor cabangdan cabangpembantu,serta ratusan Distribution Center yang tersebar di seluruh Nusantara.

     Bekerja sama dengan PT Sukses Abadi Farmindo yang berlokasi di Tangerang dengan luas 12.600 m2 dan telah memiliki standar Hazard’s Analysis Critical Control Point (HACCP) & Cara Pembuatan Obat yang Baik ((P013), sudah lebih dari 8o% produk CNI diproduksi di dalam negeri. Beberapa produknya bahkan sudah diekspor ke manca negara.Dalam rangka memperluas jaringan di pasar internasional, didirikanlah CNI Corporation di Malaysia untuk melakukan ekspansi ke manca negara. seperti Singapura, Hong Kong, India, Brunei, Filipina, Taiwan, Cina, Nigeria dan Thailand. Segera menyusul negara-negara lainnya.Untuk menunjang kualitas produk, CNI Corporation telah mendirikan pusat riset dan penelitian di berbagai negara. Untuk menunjang produksi di luar negeri, CNI juga telah membangun pabrik-pabrik di Malaysia, Cina dan Taiwan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Senin, 29 April 2019

CP9 e-commerce Universitas Dhayanapura

Soal :

1. Pilih anda ingin menjadi pipo atau embro ?.
2. Kenapa memilih pipo atau embro ?.
3. Kapan anda memulai menjadi pipo atau embro ?.
4. Bagaimana anda menjadi pipo atau embro ?.

Jawab :

1. Saya secara pribadi lebih memilih menjadi pipo karna dia menunjukkan bahwa usaha tak akan menghianati hasilnya dan dengan cara konsisten dan terus menerus berusaha mampu membuatnya menemukan sebuah cara yang membuat keberhasilannya berbuah manis meski di awal menuai hujatan dan hinaan.

2. Saya memilih pipo karena cara konsisten pipo yang terus menerus berusaha mampu membuatnya menemukan sebuah cara yang membuat keberhasilannya berbuah manis meski di awal menuai hujatan dan hinaan.

3. Saya memulai menjadi pipo dengan cara berpola pikir sederhana karena demi untuk mencapai kesuksesan saya sadar tidak boleh hanya didasari pada keberanian saja harus juga memiliki pengetahuan yang cukup dan ide yang cemerlang untuk memulai sesuatu karena seseorang yang mengerti ilmu berdasarkan nilainya pasti hebat dalam bidangnya dan saya anggap pipo telah menerapkan prinsip ini dengan caranya mampu menciptakan pipa untuk mengalirkan air ke tong-tong desa sehingga uang yang mecarinya bukan dia yang mencari uang.

4. Saya menjadi pipo dengan cara berpola pikir sederhana karena demi untuk mencapai kesuksesan saya sadar tidak boleh hanya didasari pada keberanian saja harus juga memiliki pengetahuan yang cukup dan ide yang cemerlang.

Senin, 15 April 2019

CP8 e-commerce Universitas Dhyana Pura

DEFINISI PERILAKU KONSUMEN, RISET PASAR, DAN CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) 

 

1.   Definisi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan erat dengan proses pembelian, pada saat itu konsumen melakukan aktifitas-aktifitas seperti melakukan pencarian, penelitian, dan pengevaluasian produk. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.
Yang termasuk ke dalam perilaku konsumen selain mengenai kualitas produk, juga meliputi harga produk atau jasa tersebut. Jika harga suatu produk tidak terlalu tinggi, maka konsumen tidak akan terlalu lama membutuhkan waktu untuk memikirkan dan melakukan aktifitas perilaku konsumen. Namun jika harga suatu barang atau jasa tersebut bisa dibilang tinggi, atau mahal, maka konsumen tersebut akan memberikan effort lebih terhadap barang tersebut. Pembeli tersebut akan semakin lama melakukan perilaku konsumen, seperti melihat, menanyakan, mengevaluasi, dan mempertimbangkan.
Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional :
1)    Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan.
2)    Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen.
3)    Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin.
4) Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen.
Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional :
1)   Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik.
2)    Konsumen memilih barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas.
3)    Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise. 
 
Proses pembentukan perilaku konsumen 
Perilaku konsumen dilakukan berdasarkan suatu proses sebelum dan sesudah
seorang konsumen melakukan proses pembelian suatu barang maupun jasa.
Dalam perilaku konsumen tersebut, seorang pembeli akan melakukan penilaian
yang kemudian pada akhirnya akan mempengaruhi proses pengambilan
keputusannya atas pembelian barang atau jasa tersebut. Berikut beberapa
tahapan pengambilan keputusan seorang konsumen : 
 
1)    Pengenalan Masalah
Biasanya seorang konsumen melakukan pembelian atas dasar kebutuhan atau untuk menyelesaikan keperluan, masalah dan kepentingan yang dihadapi. Jika tidak ada pengenalan masalah terlebih dahulu, maka konsumen juga tidak akan tahu produk mana yang harus dibeli.
2)    Pencarian Informasi
Setelah mengetahui permasalahan yang dialami, maka pada saat itu seorang konsumen akan aktif mencari tahu tentang bagaimana cara penyelesaian masalahnya tersebut. Dalam mencari sumber atau informasi, seseorang dapat melakukannya dari diri sendiri (internal) maupun dari orang lain (eksternal) seperti masukan, sharing pengalaman, dan lain sebagainya. 
3)    Mengevaluasi Alternatif
Setelah konsumen mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, maka hal selanjutnya yang dilakukan oleh konsumen tersebut adalah mengevaluasi segala alternatif keputusan maupun informasi yang diperoleh.  Hal itu lah yang menjadi landasan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.
4)    Keputusan Pembelian
Proses selanjutnya setelah melakukan evaluasi pada alternatif-alternatif keputusan yang ada adalah konsumen tersebut akan melalui proses yang disebut dengan keputusan pembelian. Waktu yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan ini tidak sama, yaitu tergantung dari hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelian atau pengambilan keputusan tersebut.
5)    Evaluasi Pasca-Pembelian
Proses lanjutan yang biasanya dilakukan seorang konsumen setelah melakukan proses dan keputusan pembelian adalah mengevaluasi pembeliannya tersebut. Evaluasi yang dilakukan mencakup pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti apakah barang tersebut sudah sesuai dengan harapan, sudah tepat guna, tidak mengecewakan, dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan sikap kepuasan dan ketidakpuasan barang oleh konsumen, mengecewakan dan tidak mengecewakan. Hal tersebut akan berdampak pada pengulangan pembelian barang atau tidak. Jika barang memuaskan dan tidak mengecewakan, maka konsumen akan mengingat merk produk tersebut sehingga akan terjadi pengulangan pembelian di masa mendatang.  Namun jika barang tidak memuasakan dan mengecewakan, maka konsumen juga akan mengingat merk barang tersebut dengan tujuan agar tidak mengulang kembali membeli barang tersebut di masa yang akan datang.
Cara Mengenali Perilaku Konsumen
Dalam disiplin ilmu ekonomi terdapat 3 pendekatan untuk mengenali perilaku konsumen, pendekatan-pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Pendekatan Interpretif.
Pendekatan ini adalah pendekatan yang membahas secara mendalam hal-hal mendasar mengenai perilaku konsumen. Dalam pendekatan ini menggunakan teknik observasi langsung yaitu menggunakan teknik wawancara yang dilakukan secara mendalam dan menyeluruh. Selain wawancara, pendekatan ini juga mengutamakan focus group discussion. Semua hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan mengenai makna suatu produk atau jasa bagi konsumen, serta perasaan yang dialami konsumen ketika membeli kemudian menggunakan produk maupun jasa tersebut.
2.    Pendekatan Tradisional yang didasari pada teori dan metode dari Ilmu Psikologi Kognitif, Sosial dan Behavioral serta Ilmu Sosiologi.
Pendekatan ini menggunakan studi lapangan berupa eksperimen yang didukung dengan survey dengan tujuan untuk menguji hipotesa penelitian yang berkaitan dengan teori. Kemudian dicari sebuah pemahaman mengenai proses seorang konsumen menganalisa beberapa informasi, membuat keputusan, dan pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen tersebut. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah untuk mengembangkan teori dan metode yang relatif. Yang mana akan digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen serta pembuatan keputusan konsumen.
3.    Pendekatan Sains Pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari Ilmu Ekonomi dan Statistika.
Penelitian dalam pendekatan ini menggunakan pengembangan teori dari Abraham Maslow yaitu Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Teori tersebut berisi tentang hierarki kebutuhan manusia yang kemudian diuji coba dengan model Ilmu Matematika. Pendekatan ini dilakukan untuk memprediksi moving rate analysis atau pengaruh startegi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi.
Semua pendekatan yang dijelaskan diatas mempunyai nilai-nilai tertentu yang dapat memberikan pemahaman mengenai perilaku konsumen. Selain itu dapat pula diterapkan untuk strategi marketing jika dilihat dari tingkatan maupun sudut pandang analisis yang berbeda-beda. Ketiga pendekatan ini dapat digunakan oleh suatu pemilik bisnis atau perusahaan, baik dengan menggunakan salah satu dari pendekatan tersebut maupun dengan menggunakan ketiga pendekatan sekaligus. Semuanya tergantung dari jenis-jenis masalah yang dihadapi oleh masing-masing bisnis dan suatu perusahaan.
2.   Definisi Riset Pasar
Riset pemasaran merupakan suatu kegiatan yang sistematik dan mempunyai tujuan dalam hal pengindentifikasian masalah, peluang, pengumpulan data, pengolahan dan penganalisisan data, penyebaran informasi yang bermanfaat untuk membantu manajemen dalam rangka pengambilan keputusan identifikasi dan solusi yang efektif-efisien di bidang pemasaran perusahaan (Sunarta, 2007).
The American Marketing Association (AMA) atau Asosiasi Pemasaran Arnerika secara formal mendefinisikan riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan masyarakat dengan pemasar. Riset pasar menghubungkan ketiganya melalui informasi - informasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan peluang dan masalah pemasaran.
Informasi tersebut juga digunakan untuk membuat, memperbaiki dan mengevaluasi tindakan pemasaran, memantau kinerja pemasaran, serta memperbaiki pengertian mengenai pemasaran sebagai sebuah proses.
Definisi riset pemasaran menurut Malhotra adalah identifikasi, pengumpulan, analisis, diseminasi, serta penggunaan informasi secara sistematik dan objektif. Informasi tersebut digunakan untuk membantu manajernen membuat keputusan yang berhubungan dengan identifikasi dan penyelesaian masalah dalam bidang pemasaran (Malhotra, 2005).
Riset pemasaran dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta berusaha untuk menyediakan informasi akurat yang mencerminkan keadaan kejadian yang sebenarnya. Informasi yang akurat dan objektivitas hasil riset akan sangat membantu manajemen dalam membuat keputusan yang dinilai terbaik.
Perencanaan sistematis diperlukan pada seluruh tahap proses riset pemasaran mengingat bahwa riset pemasaran merupakan suatu rangkaian kegiatan yang sistematik.
Peran dan Fungsi Riset Pasar
Riset pemasaran memainkan dua peranan kunci dalam sistem pemasaran. Pertama, riset tersebut merupakan bagian dari proses umpan balik intelijen pemasaran, yang menyediakan data-data tentang keefektifan bauran pemasaran saat ini dan memberikan wawasan untuk perubahan yang diperlukan kepada para pengambil keputusan. Kedua, riset pemasaran merupakan alat utama dalam menelusuri peluang baru di pasaran. Riset segmentasi dan riset produk baru membantu mengidentifikasi peluang yang paling menguntungkan bagi manajer pemasaran (Jhon Hendri, 2009).
Fungsi riset pasar berkaitan derigan bagaimana pihak manajemen menggunakannya, yaitu:
1.    Planning (Perencanaan)
Perencanaan berkaitan dengan menentukan peluang pasar meliputi Segmentation, Demand estimation dan Environmental assessment.
2.    Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Riset pasar untuk Problem Solving lebih fokus kepada membuat keputusan jangka pendek dan keputusan jangka panjang, meliputi Product (produk), Price (Harga), Place (Ternpat) dan Promotion (promosi).
3.    Control (Pengendalian)
Control-Oriented Market Research membantu pihak manajemen untuk menemukan titik masalah dan memonitor proses yang sedang berlangsung (Churcill, 2005).
Tujuan Riset Pasar
Menurut Doman (2002), ada 4 tujuan dasar dan riset pasar, yaitu:
1.    Menganalisis pasar
Riset analisis pasar membantu rnemperhitungkan potensi pasar untuk produk, jasa atau usaha baru. Analisis pasar dapat memberikan informasi mengenai calon pelanggan, pasar potensial, lokasi usaha, dan pesaing.
2.    Menganalisis tanggapan pasar terhadap suatu produk atau jasa
Analisis ini dimaksudkan untuk memperhitungkan potensi produk atau jasa di pasar. Pengkajian bisa dilakukan sebelum suatu produk diperkenalkan. Survei juga bisa dilakukan untuk meningkatkan pemasaran atau produk.
3.    Menganalisis efektivitas iklan atau promosi dan perusahaan
Riset ini membantu pemilik perusahaan untuk menyeleksi media periklanan yang paling efektif dan paling cost-effective.
4.    Menyusun strategi 
Pengkajian perencanaan strategis melacak pertumbuhan atau kemerosotan pasar-pasar yang sudah ada dan membantu menemukan produk-produk atau jasa-jasa apa yang akan sukses dalam pasar tersebut. Riset perencanaan strategis biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.
Klasifikasi Riset Pasar
Menurut Maholtra, 1996 dalam Bilson Simamora, 2004:51 dikatakan bahwa riset pemasaran dibagi ke dalam dua kategori yaitu riset identifikasi masalah (problem identification research) dan riset mengatasi masalah (problem solving research).
Riset identifikasi masalah bertujuan mengidentifikasi masalah yang di kemudian hari akan diteliti lebih lanjut untuk dicarikan solusinya. Riset mengatasi masalah merupakan riset di mana hasil risetnya dimaksudkan untuk dijadikan bahan dalam rangka pengambilan keputusan manajemen atas permasalahan yang terjadi.
Prosedur Riset Pasar
Untuk melakukan sebuah riset atau penelitian, diperlukan prosedur dan sistematika dalam penyajian hasil penelitian tersebut. Secara umum prosedur dan sistematika penyajian hasil penelitian meliputi perumusan masalah, perumusan hipotesis, menentukan metode riset, menentukan variabel penelitian, menentukan data penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, kesimpulan dan saran, penyajian laporan penelitian. 
Jenis-Jenis Riset Pasar
Dari hasil riset pasar tersebut kamu dapat menggunakannya untuk menciptakan sebuah usaha dan juga rencana pemasaran atau kesuksesan rencana bisnis yang telah disusun. Perlu diketahui terdapat jenis-jenis riset pasar, diantaranya sebagai berikut :
  1. Riset Primer
Adalah riset yang bertujuan mengumpulkan informasi atau data yang berasal dari analisis penjualan terkini dan efektivitas yang sedang dipraktekkan sekarang. Riset ini memberikan informasi mengenai pesaing kamu.
Cara dalam melakukan riset ini :
a.    Dengan interview atau wawancara baik langsung (bertatap muka) atau tidak langsung (melalui telepon).
b.    Dengan survey
c.    Kuesioner (online/surat)
d.    Diskusi kelompok untuk mengumpulkan sampel konsumen atau pelanggan potensial dan mendapatkan umpan balik dari mereka.
  1. Riset Sekunder
Adalah riset yang bertujuan untuk menganalisis data yang sudah diterbitkan, dengan data sekunder kamu dapat menemukan pesaing, membangun tolak ukur lalu mengidentifikasi segmen sasaran.
3.   Definisi Customer Relationship Management
Ada beberapa penbertian dari manajemen hubungan pelanggan (CRM) menurut beberapa sumber yang didapat, antara lain :
·         Manajemen Hubungan Pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan , menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. [1]
·         CRM adalah usaha untuk menyediakan jembatan strategis antara teknologi informasi dan strategi pemasaran yang bertujuan untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan serta profitabilitas. [3]
·         CRM adalah suatu jenis menajemen yang secara khusus membahasa teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan bilai perusahaan dimata pelangganya.[2]
·         CRM adalah suatu proses untuk mendapatkan, mempertahankan, dan mengembangkan pelanggan yang menguntungkan. [2]
·         CRM beruhubuangan dengan data-data transaksional yang disajikand dalam bentuk data mining/data warehouse dan report.
Fungsi-Fungsi Manajemen Hubungan Pelanggan
Beberapa fungsi CRM yang harus dijalankan sebuah sistem, antara lain :
·         Mengidentufikasi factor-faktor yang penting bagi pelanggan
·         Mengusung falsafah customer-oriented
·         Mengadopso pengukuran berdasrkan sudut pandang pelanggan
·         Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
·         Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna
·         Menangani keluhan/complain pelanggan
·         Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
·         Membuat informasi holistic tentang informasi layanan dan penjualan pelanggan.
Tipe-Tipe Manajemen Hubungan Pelanggan
Ada 6 tipe manajemen hubungan pelanggan , antara lain :
1.    Operational CRM
·         Operational CRM mendukung proses bisni dari “Front Office”, contohnya bagian pemasaran dan staff pelayanan
·         Interaksi dengan pelanggan secara umum disimpan dalam catatan kontak pelanggan, dan staff dapat mengambil informasi mengenai pelanggan jika diperlukan.
·         Ada beberapa data yang diproses pada Operational CRM yaitu :
a.    Mengelola iklan
b.    Otomasi pemasaran perusahaan
c.    Otomasi tugas pemasaran
d.    Sistem manajemen pemasaran
2.    Analytical CRM
·         Analytical CRM menganalisis data pelanggan untuk berbagai keperluan, yaitu :
a.    Merancang dan menjalankan iklan pemasaran yang ditargetkan.
b.    Merancang dan menjalankan iklan, contohnya akuisis pelanggan, cross-selling , up-selling
c.    Menganalisa perilaku pelanggan dalam rangka untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan produk dan pelayanan (contohnya, penetapan harga, pengembangan produk)
d.    Sistem informasi manajemen (contohnya, perencanaan keunagan  dan pelanggan yang memberikan keuntungan)
·         Analytical CRM secara umum membuat pengguanaan data mining dan teknik lainnya untuk mengeluarkan hasil yang berguna untuk pengambilan keputusan.
3.    Sales Intelligence CRM
·         Sales Intelligence CRM adalah alat penjualan secara langsung
·         Fitur-fiturnya termasuk memberikan peringatan kepada staff penjualan yang berkenaan dengan :
a.    Cross-selling/up-selling/switch-selling opportunities
b.    Customer drift
c.    Sales performance
d.    Customer trends
e.    Customer margins
f.     Customer alignment
4.    Campaign Management
·         Campaign management mengkombinasikan elemen-elemen dari Opertaional  dan Analitycal CRM.
·         Fungsi dari campaign management antara lain :
a.    Pembentuka grup target berdasarkan kriteria pemilihan klien
b.    Mengirimkan materi yang berhubungan dengan iklan (contohnya pada penawaran khusus) untuk penerimaan yang dipilih menggunakan kanal-kanal yang bervariasi (contohnya email, telepon, sms , pos)
c.    Penjjejalan, penyimpanan dan menganalissis statistic iklan, termasuk penjejakan response dan mengalisis tren
5.    Collaborative CRM
·         Collaborative CRM  meliputi aspek-aspek perjanjian perusahaan dengan pelanggan yang ditangani oleh beberapa departemen dalam perusahaan , seperti penjualan, technical support dan pemasaran.
·         Tujuan utama dari tipe ini adalah penggunaan informasi kolektif oleh semua departemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.
6.    Consumer Relationship CRM
·         Cunsomer Relationship CRM meliputi aspek – aspek perjanjian perusahaan dengan pelanggan yang ditangani oleh pusat kontak customer affair dan customer relations dalam sebuah perusahaan.
Model Manajemen Hubungan Pelanggan
1.    The QC Model
2.    CRM Value Chain
3.    The Gartner Competency Model